Malam 17 ramadhan, sungguh malam yang memilukan

Tiada seindah kata yang semestinya merangkai judul tulisan ini. Hanya kenangan pilu menyayat hati tepat pada malam 17 ramadhan. Yang mestinya tanggal itu diperingati sebagai  nuzulul AlQuran, yang orang-orang sebaiknya meraih pahala pada malam yang indah itu dengan melantunkan firman Tuhan dari lembaran demi lembaran kitab suci-Nya.

Hanya karena saya yang merasa beda sekali, jauh beda sekali dengan malam itu. Disaat orang-orang merasa bahagia dengan keimanan mereka menjaga lisan ayat-ayat suci, saya justru menerima kenyataan pahit hingga hari ini yang kurasakan di ujung hati begitu pedih perih tersayat-sayat yang takkan pernah terlupakan dalam pengalaman hidup hingga akhir hayat.

Demikianlah ungkapan curahan hati dari jiwa pribadi yang anaknya di tinggal ibunya 4 tahun silam. Kurang 15 menit jam 12 di malam jumat, sang Ilahi memanggil hamba-Nya ke dunia yang abadi. Saya tidak akan pernah mengeluh atas kuasa Tuhanku, inilah mungkin yang terbaik bagi kami sekeluarga harus menerima kenyataan yang semua orang pasti tidak mau menginginkan. Saya hanya berdoa dan akan terus berdoa dan memohon kepada pembaca semua untuk mendoakan ibu saya, semoga ia begitu tenang di alam sana dan mendapat cahaya terbaik di sisi-Nya. Amiin..

.::. Salam dari anakmu yang memiliki hati yang masih begitu rindu senyum kasih sayangmu, ma’….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s