Luwu Utara terapkan E-Government

Sebagai Upaya Mengusung Otonomi Daerah

             MASAMBA; Tidak dapat disangkal bahwa saat ini Tehnologi Informasi (TI) memiliki andil yang sangat besar dalam mewujudkan visi dan misi suatu organisasi. Hampir semua sector pembangunan menggunakan TI sebatas tools untuk memajukan usahanya. Perusahaan-perusahaan skala besar yang menerapkan layanan public, sangat antusias memanfaatkan kemajuan TI guna me-manage bisnisnya dan sekaligus memanjakan nasabahnya.

                 Memperhatikan luas wilayah Kabupaten Luwu Utara 7.502 km2 terdiri dari 11 kecamatan, 167 Desa dan 4 Kelurahan. Penduduk 250.111 jiwa, kepadatan 33 jiwa/km2 dengan kondisi geografis tiga dimensi (gunung, dataran rendah dan laut/sungai), terdapat tiga kecamatan yang terisolir (Kecamatan Limbong, Seko dan Rampi) membutuhkan akses komunikasi yang baik untuk menjangkaunya. Komunikasi berbasis internet protocol (IP) adalah solusi yang tepat untuk mempersatukannya. Rentang kendali pemerintahan untuk mengatur kembali kondisi tersebut dengan segala macam permasalahannya, akan menjadi lebih mudah dengan bantuan TI.
Bupati Luwu Utara, HM Luthfi A. Mutty mengatakan saya pernah mendengar yang namanya e-government for good governance, TI berbasis masyarakat, TI untuk kesehatan (telemedicine/e-health, system yang menjamin pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh pasien di wilayah NKRI), TI untuk dunia pendidikan (TV Education/Distance Learning, system yang memungkinkan tersedianya pemerataan akses pendidikan yang berkualitas), e-commerce untuk ekonomi kerakyatan, e-democracy, TI untuk kemiskinan dan lain-lain, semuanya adalah produk TI yang katanya khusus dibuat Pemerintah untuk kepentingan reformasi birokrasi dalam rangka modernisasi tatalaksana pelayanan public dan merespon kepentingan public. Sayangnya Pemerintah Pusat dan Propinsi belum maksimal didalam mensosialisasikan program-program dimaksud. Sehingga akibatnya beberapa Pemerintah Kabupaten/Kota mencoba-coba menerapkan aplikasi e-government tersebut dengan menganggarkan pengadaan system informasi manajemen (SIM) dimasing-masing Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), tanpa pengkajian yang lebih mendalam akan kebutuhan dan kondisi keuangan daerah dengan modal hanya mengikuti trend. Ada yang berhasil, namun lebih banyak yang gagal (proyeknya menjadi mubazir) disebabkan ketidaksiapan kelembagaan, Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur dan regulasi.
Menurut Luthfi, tahun 2005 dirinya mencoba membentuk kelembagaan Kantor Pusat Data Elektronik (PDE) yang khusus membantunya dibidang penerapan TI dengan harapan kedepan seluruh SKPD Luwu Utara akan dilengkapi dengan unit pengelola TI. Selain itu persiapan SDM aparat yang memiliki standar keilmuan dibidang TI, tidak lagi terlalu tergantung kepihak rekanan yang cenderung membodoh-bodohi Pemerintah Kabupaten/Kota. Hanya kerusakan kecil pada system aplikasinya saja, Pemerintah Kabupaten/Kota harus menunggu berhari-hari menunggu kedatangan rekanan dari Makassar atau Jawa untuk memperbaikinya. Hal ini dapat mengganggu kinerja aparat. Ini sangat tidak efektif ,banyak proyek-proyek TI di daerah khususnya pekerjaan pengadaan system informasi manajemen, hanya berfungsi maksimal selama masa kontrak, tetapi setelah lepas masa kontrak akan muncul berbagai macam masalah teknis, pemilik proyek ( PEMDA ) tidak berdaya mengatasinya. Proyek TI di daerah, kata Luthfi diibaratkan seperti kue, tapi sama sekali tidak mau mengajarkan bagaimana membuat kue,bahan- bahanya apa saja dan bagaimana proses pengolahannya. Memperhatikan kondisi tersebut, tidak ada jalan lain kecuali harus mempersiapkan SDM yang berkualitas, yang tidak hanya mampu bekerja pada Lini Front Office    (yang melakukan pelayanan langsung) tapi juga pada lini Back Office  (yang melakukan rancang bangun).
Secara bertahap direncanakan sampai akhir 2009. PDE sudah dilengkapi staf teknis yang masing- masing memiliki sertifikasi keahlian di bidang TI. Saya yakin dengan staf yang handal, bahu membahu dengan SKPD lain, memanfaatkan TI, akan mampu mencapai visi pemerintah daerah “ Mewujudkan masyarakat Luwu Utara yang religius, maju, mandiri dan sejahtera di atas landasan agribisnis dan ekonomi kerakyatan. Agribisnis dan ekonomi kerakyatan harus disentuh dengan bantuan TI. 85 % masyarakat Luwu Utara berprofesi sebagai petani yang umumnya tingkat kesejahteraan mereka masih dibawah garis kemiskinan. Ada banyak penyebab kemiskinan petani namun yang utama adalah miskin teknologi , miskin modal dan miskin informasi.
Tahun 2006 telah dibangun jaringan komunikasi berbasis internet protokol (Tower) yang menghubungkan 2 kantor kecamatan ( 2 tower di kecamatan perbatasan sebelah utara dan timur, jaraknya ± 30 km dari Kantor Bupati), rumah Jabatan Bupati, 1 tower, kantor Bupati, Sekretariat Daerah, sekretariat Dewan dan gabungan dinas dengan biaya berkisar Rp 500 Juta, infrastruktur ini ibarat jalan yang siap melewatkan data, suara, gambar dan aplikasi SIM. Sekarang ini sudah dapat melakukan komunikasi telepon (Bone- Bone, Sabbang dan kantor Bupati) lewat Teknologo VoIP tanpa pulsa (berlaku dalam wilayah Luwu Utara). Kedepan jaringan internet Wifi ini akan dikembangkan lebih jauh sehingga selain kompantible dengan telepon tetap (Konvensional) juga dengan telepon genggam tertentu dengan tanpa pulsa, ini efisiensi yang luar biasa.
Lanjut Luthfi, mengingat luas wilayah yang begitu besar, untuk urusan perizinan, tidak memusatkan kegiatan layanan public pada ibukota kabupaten seperti umumnya penerapan SIMTAP, tapi SIMTAPnya akan dipusatkan di masing- masing kecamatan. Pelimpahan semua kewenangan perizinan di kecamatan, dekatkan pelayanan sehingga masyarakat tidak perlu jauh- jauh ke ibukota kabupten hanya untuk mengurus KTP, KK, dll. Kabupaten hanya berfungsi mengontrol proses administrasi perizinan lewat infrastruktur tersebut. Tahun 2007 jaringan akan diperluas penetrasinya ke 5 kecamatan lagi dengan biaya berkisar Rp 650 Juta.
Selanjutnya tahun 2008 s/d 2010 akan dibangun di 3 kecamatan terpencil yang topografinya berbukit dan terjal, tingkat kesulitan besar, pemeliharaanya rumit, yang pastinya memerlukan biaya yang sangat besar. Infrastruktur ini diharapkan dapat membantu menjawab persoalan kemiskinan informasi, akses internet lewat satelit yang berpusat di kantor Bupati, akan disharing sampai ke kecamatan dan desa, selain dimanfaatkan oleh aparat Pemda juga akan diarahkan kepada kelompok tani dan UKM. Bersinergi dengan kantor PMD akan dibangun pos pelayanan teknologi informasi pedesaan semacam warintek atau telecenter untuk orang miskin yang dikembangkan BAPPENAS dan UNDP. Mereka akan dibimbing dan mengoperasionalakan perangkat computer untuk mengakses informasi yang dibutuhkan. Komitmen membangun Luwu Utara dengan memanfaatkan teknologi informasi adalah semata mata untuk kesejahteraan masyarakat Luwu Utara.
Tahun 2008 direncanakan akan kerjasama dengan salah satu operator selular di Indonesia, untuk membackup visi operasional Luwu utara, menjadikan Luwu Utara sebagai penghasil kakao terbaik di Indonesia tahun 2010 yaitu dengan menyediakan sinyal telekomunikasi di setiap sentra-sentra produksi kakao, sehingga kondisi di lapangan dapat betul- betul diketahui.
Saran untuk pemerintah pusat :

1. Pemerintah pusat harus intens melakukan sosialisasi ke daerah tentang regulasi yang dikeluarkan yang berkaitan dengan e- government teknologi informasi agar tidak terjadi implementasi yang keliru.
2. sebaiknya pemerintah pusat bersungguh-sungguh menyiapkan anggaran yang besar khususnya pada peningkatan SDM aparat di luar jawa (maaf aparat SDM jawa, sudah pada pintar) yang dapat diandalkan dalam artian memiliki sertifikasi keilmuan di bidang teknologi informasi (programmer, administrator database, networking dan analisis system).

source: luwuutara.go.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s