Cinta yang Belum Sempurna

Entah dosa apa yang melanda HUMANIS, hingga jarang disapa oleh para mahasiswanya. Sekalipun ada segelintir yang memasukinya, itupun mojok di sudut-sudut ruangan dengan penuh romantikanya. Hanya pengurus yang memang beberapa diantara mereka menjadikannya sebagai tempat beristirahat.
Nasib malang bagi HUMANIS datang bertubi-tubi, ruangan dibiarkan berdebu, jaring laba-laba membentuk formasi liku-liku karena tidak ada yang mengganggu. Belum lagi koran-koran berserakan tak tertata rapi, buku-buku LPj dilarikan entah kemana yang sepertinya benda mewah yang tidak akan pernah dikembalikan lagi ke tempatnya. Alhasil, HUMANIS mirip kapal pecah bagi pengunjung yang melihatnya.
Akhirnya sampailah kita pada pertanyaan yang usang: Mengapa selera ke HUMANIS mulai memudar bagi kebanyakan mahasiswa admin?
Kesadaran merupakan pondasi yang kuat. Dengan jiwa yang sadar kita akan menundukkan kepala dan tiada henti memikirkan betapa program kerja himpunan telah berjalan sesuai waktu dan yang terpenting, sudahkah kita memberi yang terbaik bagi kejayaan HUMANISku?
Alangkah indahnya bila hati mahasiswa admin tersentuh untuk mencintai HUMANIS. Tentu saja guna meningkatkan apresiasi pikiran kritis demi mewujudkan generasi humaniser yang tangguh. Sementara waktu, akui saja bahwa perrhatian kita pada HUMANIS ibarat “Cinta yang belum sempurna”. Kasihan kader HUMANIS!!!

Humanis, 05 februari 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s